Who links to my website?

Sunday, October 26, 2014

Jalan Kelahiran Baru: Mujizat

Jalan Kelahiran Baru: Mujizat: Mujizat adalah sebuah kata yang menggetarkan banyak hati manusia. Di kalangan kekristenan, paling tidak ada tiga pandangan yang berbeda...

Mujizat

http://speculationsanjeev.wordpress.com/tag/6-definisi-iman/
Mujizat adalah sebuah kata yang menggetarkan banyak hati manusia. Di kalangan kekristenan, paling tidak ada tiga pandangan yang berbeda. Pandangan pertama diusung kaum liberal. Mereka tidak percaya mujizat terjadi di Alkitab dan di dunia. Bagi mereka semua peristiwa supra-natural di Alkitab hanyalah sekedar dongeng atau mitos belaka. Pandangan kedua mempercayai mujizat benar terjadi di Alkitab, but that’s it. Dulu pernah terjadi, tetapi setelah kedatangan Roh Kudus pada Pentakosta, mujizat sudah berhenti. Pandangan ketiga percaya bahwa mujizat pernah terjadi dan masih terjadi hari ini.  

Eksposisi Yohanes 21:1 -14

1 Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.

Mujizat pertama: Yesus menampakkan diri pasca kebangkitan.
Alasan mengapa para murid datang ke Galilea adalah untuk memenuhi pesan malaikat yang menampakkan diri kepada Maria Magdalena dan Maria yang lain (Matius 28:7). Pesan ini kemudian diulangi oleh Yesus sendiri (Matius 28:10). Ayat ini (Matius 28:10) adalah alasan mengapa mereka ada di Galilea, tetapi sebenarnya setelah Amanat Agung (Matius 28:18 – 20) diberikan oleh Yesus kepada mereka, tidak ada alasan jelas mengapa mereka masih tetap tinggal di Galilea, bahkan pergi ke danau Galilea.

2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.

Ada tujuh orang murid yang ada di danau Galilea. Tidak jelas di mana murid-murid yang lain, apakah mereka belum sampai di danau Galilea ataukah mereka sudah meninggalkan Galilea untuk melaksanakan Amanat Agung.

3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

Mujizat kedua: Para nelayan profesional gagal menangkap seekor ikanpun. Pada ayat ini Petrus menunjukkan karismanya dalam memimpin teman-temannya sekaligus menunjukkan sifatnya yang suka menuruti kata hati dan cepat bertindak. Keinginan Petrus untuk menangkap ikan tidak berarti dia meninggalkan tugas dari Yesus. kata yang dipakai adalah “pergi, υπαγω” bukan “bekerja”. Kalo saya pergi ke Jakarta, bukan berarti pekerjaan saya adalah supir bis bukan?. Jadi kemungkinan mereka pergi mencari ikan hanya untuk memenuhi kebutuhan makan mereka. Peristiwa kegagalan mereka menangkap ikan sama persis dengan kejadian yang dicatat dalam Lukas 5:5.

 Tuhan bekerja melalui kehidupan sehari-hari

Sebenarnya alasan ketujuh murid pergi ke danau Galilea tidak jelas. Di pihak lain, panggilan mereka untuk menjalankan Amanat Agung sangat jelas. Dalam kehidupan sehari-hari, kadang-kadang kita melakukan hal yang sama. Sementara panggilan Tuhan sangat jelas bagi kita, kadang kita justru melakukan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan panggilan Tuhan itu. Hal itu tidak berarti kita menguasai situasi karena Tuhan tetap memegang kendali.

Ketika kita “melarikan diri” dari panggilan Tuhan, Dia dapat menggunakan segala macam cara untuk membuat kita akhirnya menyerah dan melakukan kehendak-Nya. Ayat ini membuktikan hal itu. Ketika seorang nelayan kawakan dengan waktu yang tepat (menangkap ikan pada malam hari adalah yang paling besar peluangnya) dan dengan alat yang tepat (perahu dan jaring) gagal menangkap seekor ikanpun, hal itu adalah mujizat yang dipersiapkan untuk kemuliaan Tuhan. Jadi mujizat bukan sekedar ketika hasil tangkapan berlimpah, tetapi ketika hasil tangkapan mengecewakan-pun, hal itu juga mujizat yang dilakukan Tuhan bagi kemuliaan nama-Nya.

4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
5  Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."

Penterjemahan kalimat “ketika hari mulai siang” kurang baik. Bahasa aslinya mengatakan “early morning/ after the daybreak”. Pagi-pagi sekali Yesus berbicara kepada mereka tapi mereka tidak tahu kalau orang yang berbicara kepada mereka adalah Yesus. Yesus memakai istilah “anak-anak, παιδία” yang berarti anak-anak kecil. Tentunya yang dimaksud Yesus bukan karena mereka anak-anak secara usia melainkan mereka belum dewasa secara rohani (dan memang mereka adalah anak-anak-Nya secara rohani). Kemudian Yesus menanyakan sebuah pertanyaan (adakah kamu mempunyai lauk-pauk?) . Ternyata mereka menjawab dengan jujur “Tidak ada”. Jawaban ini jujur walaupun sebenarnya memalukan karena bagaimana mungkin nelayan kawakan yang bekerja semalam suntuk tidak mendapat hasil apa-apa.

6  Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
Mujizat ketiga: setelah semalaman gagal mendapat seekor ikan, pagi hari sekali tebar jala, penuh.
Kembali ayat ini mengikatkan kita pada Lukas 5:5. Hanya saja paling tidak ada dua perbedaan, yaitu pada peristiwa dahulu yang dicatat oleh Lukas, Petrus tahu dengan jelas siapa yang menyuruhnya, yaitu Yesus, orang yang dikenal sebagai guru. Pada kesempatan ini Petrus tidak mengenali Yesus dan baginya saat itu yang menyuruhnya adalah “hanya seseorang yang tidak dikenal, seorang yang bukan siapa-siapa”. Mengingat hal ini, rupa-rupanya Petrus dan teman-temannya sudah benar-benar putus asa sehingga menuruti perintah “orang asing”. Kalo bicara soal teologi, kira-kira teman-teman lebih percaya sama saya atau pak Santoso?, tetapi kalo bicara soal cetak mencetak, ucapan siapa yang lebih dipercaya?.


7  Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
8  Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.


Ketika Yesus menampakkan diri, mereka tidak mengenali-Nya, bahkan sampai Yesus membuka percakapan, mereka tetap belum mengenali-Nya. Dalam hidup sehari-hari kitapun kadang berlaku seperti para murid. Kita ingin Tuhan berbicara dan ketika Dia berbicara, kita tidak sadar siapa yang berbicara.

Dalam keadaan sesulit apapun, kasih pemeliharaan Yesus selalu menyertai, bahkan ketika kita belum sadar akan penyertaan-Nya, Dia sudah menyertai. Dalam keadaan ini kembali Dia melakukan mujizat dengan membuat jaring mereka penuh dengan ikan tangkapan sampai tidak dapat ditarik ke atas perahu karena banyaknya ikan, tetapi jaringnya tidak sobek.

Ketika hal itu terjadi, sadarlah Yohanes siapa “orang” itu sebenarnya. Di sini ada dua reaksi yang berbeda antara Petrus dan murid lainnya. Petrus mengikuti kata hatinya, terjun ke danau. Murid lainnya mendarat dengan perahunya dan menghela hasil tangkapan. Dua reaksi yang berbeda ini tidak dicela maupun dipuji oleh Yesus. Jadi prinsip yang dapat ditarik adalah Tuhan tidak melihat reaksi lahiriah melainkan melihat hati manusia.

9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.

10  Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu."

Mujizat keempat: Satu ikan dan satu roti untuk 7 orang nelayan kelaparan.

Di sini kita melihat Yesus menyediakan makanan bagi para murid. Sangat menarik, ternyata Yesus hanya menyediakan satu ikan (οψαριον) dan satu roti (αρτον).
Pfeiffer dan Harrison berkata bahwa beberapa ikan itu tidak digunakan untuk menambahi “satu ikan dan satu roti” (ay. 9) yang sudah tersedia. Hal ini berarti Yesus mencukupkan satu ikan dan satu roti bagi para murid. Bagaimana caranya? Tentunya Dia menggandakan ikan dan roti seperti yang dilakukan-Nya pada beberapa kesempatan yang lalu.

11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

Mujizat kelima  adalah tidak robeknya jala.

Ketika nelayan menangkap ikan yang berlimpah sampai jaringnya tidak dapat diangkat naik ke perahu, mereka akan merobek sedikit jalanya untuk mengeluarkan ikan-ikan agar jaringnya dapat diangkat. Jika beban tidak dikurangi, ikan-ikan akan mati. Ikan yang mati akan menambah beban jaring (ikan yang hidup meloncat-loncat sehingga meringankan beban jaring) sehingga jaring akan sobek dan ikan-ikannya hilang. Kita lihat, ternyata jaring mereka dengan ikan-ikan yang mati tidak sobek.

Pertolongan Tuhan tuntas (ayat 9 – 11).

Yesus mencukupkan kebutuhan para murid dari satu ikan dan satu roti dengan memperbanyaknya. Jala yang tidak koyak juga sebuah hal yang tidak dapat diterima rasio. Dari sini kita belajar bahwa Tuhan sungguh berkuasa dan pertolongannya tuntas. Kiranya tiga ayat ini dapat memberikan hiburan akan totalitas pertolongan Tuhan bagi semua anak-anak-Nya.

12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.
13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.
14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Teladan Yesus (ayat 12 – 14)

Kembali Yesus memberikan teladan untuk melayani para murid-Nya. Yesus dahulu dan sekarang tidak berubah. Dalam situasi yang mengharukan itu, para murid tahu dengan jelas siapa pribadi yang melayani mereka. Jika kita membaca perikop berikutnya, jelas terlihat kebijaksanaan Yesus. Sebelum memberikan tugas kepada Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya, Dia menyediakan makanan secukupnya. Jelas Dia tidak ingin hamba-Nya untuk melayani dengan perut yang lapar.
Ayat 13: Pink memberikan penafsiran yang sangat indah: Yesus tidak lagi mengucap syukur kepada Allah sebelum makan seperti kebiasaan-Nya dahulu sebelum kematian dan kebangkitan-Nya. Dahulu sebagai manusia sejati, Dia selalu mengucap syukur kepada Allah. Kini sebagai Allah yang sejati, Dia berotoritas untuk memberikan roti dan ikan kepada mereka.


Tujuan Mujizat (ayat 15 – 19)

Kini kita tiba pada bagian yang paling penting, yaitu apa tujuan Tuhan memberikan mujizat. O, saudara di tengah dunia yang penuh dengan pengajaran yang menyuburkan narsisme, kita harus mengerti dan mengembalikan tujuan mujizat sesuai esensinya, sesuai dengan Alkitab.
Rangkaian peristiwa yang terjadi dari ayat 1 sampai ayat 14 yang mencakup 5 mujizat, adalah persiapan bagi rasul Petrus untuk menerima tugas menggembalakan domba-domba-Nya. Jadi tujuan akhir dari mujizat-mujizat yang terjadi adalah bagi Tuhan sendiri bukan untuk Petrus. Bingung ya?. Setelah saya kasi gambaran, mudah-mudahan jadi jelas. Jika saya adalah seorang karyawan, hasil kerja saya baik sehingga banyak perusahaan kompetitor menawarkan saya untuk bergabung dengan mereka. Melihat hal ini, bos saya takut kalo saya keluar dari pekerjaan yang sekarang. Akhirnya dia menaikkan gaji saya dua kali lipat. Nah, tindakan memberikan kenaikan gaji dua kali lipat sebenarnya ditujukan bagi kepentingan siapa?. Tujuan utama si bos adalah demi kepentingan dia sendiri, yaitu agar saya tidak keluar kerja. Memang sebagai akibatnya saya mendapat gaji dobel, tapi gaji dobel itu adalah berkat yang harus saya pertanggung-jawabkan kepada bos melalui pekerjaan saya bukan?. Dengan gaji dobel, hasil kerja saya juga harus lebih baik dari sebelumnya bukan?.

Sebelum Yesus menugaskan Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya, Dia membuat lima mujizat. Pertanyaannya, mengapa Tuhan harus melakukan 5 mujizat terhadap Petrus?. Kita ingat sebelumnya Petrus menyangkal Yesus tiga kali bukan?. Injil mencatat setelah menyangkal, Petrus menangis dengan sedihnya. Kalo kita ingat di zaman yang Patrialistik, ada seorang pria Yahudi menangis di muka umum, ini sangat sulit dibayangkan. Sama sulitnya membayangkan Gober bebek memberikan uang kepada Donal bebek bukan?. Nah, Orang yang menyangkal tiga kali, yang sudah hancur harga dirinya dan hancur kredibilitasnya di mata teman-temannya, akan diangkat menjadi pemimpin semua murid??. Tentunya hal ini membutuhkan penegasan-penegasan Tuhan secara berulang-ulang.

Inilah yang terjadi pada Petrus. Mujizat tidak pernah dimaksudkan untuk dinikmati secara pribadi. Ketika Tuhan izinkan mujizat terjadi, di belakangnya ada tanggung-jawab yang harus kita lakukan. Jadi mujizat banyak terjadi justru kepada orang-orang yang lemah imannya, untuk menguatkan mereka. Ketika iman saudara kuat, jangan harapkan mujizat spektakuler akan terjadi setiap hari. Saya percaya tiap hari ada pemeliharaan-Nya karena tiap saat Tuhan jaga kita bukan?. Tetapi sekali lagi bukan mujizat untuk memuaskan diri sendiri.

Saturday, October 25, 2014

Jalan Kelahiran Baru: Peranan Suami-Istri Dalam Keluarga

Jalan Kelahiran Baru: Peranan Suami-Istri Dalam Keluarga: Tuhan adalah Oknum pembentuk sebuah keluarga . Tentu Dia memberikan pemahaman kepada kita tentang bagaimana seharusnya fungsi sebuah ...

Sunday, October 19, 2014

Jalan Kelahiran Baru: Peran Orang Tua Terhadap Anak-Anak

Jalan Kelahiran Baru: Peran Orang Tua Terhadap Anak-Anak: PERLU kita sadari bersama, saat ini negara kita sudah memasuki zaman yang penuh tantangan, cobaan serta hambatan. Dengan adanya kemajuan...

Saturday, October 18, 2014

Jalan Kelahiran Baru: Yesus Dan Pencobaan

Jalan Kelahiran Baru: Yesus Dan Pencobaan: Alkitab bukan sekedar buku bacaan, tapi Firman Tuhan dimana Tuhan menjaga semua penulisnya supaya tidak ada salahnya, dipimpin oleh Tuhan...

Thursday, October 16, 2014

Jalan Kelahiran Baru: Champion Gathering Tgl 17 Augutus 2013 di GPDI

Jalan Kelahiran Baru: Champion Gathering Tgl 17 Augutus 2013 di GPDI: HATI BAPA PENELITIAN : Dr. Loren Moshen ( National Institute of Mental Health USA ) menemukan bahwa sebagian besar pelanggaran ...

Jalan Kelahiran Baru: Peneguhan Nikah Sanjeev Dan Uli Mariana

Jalan Kelahiran Baru: Peneguhan Nikah Sanjeev Dan Uli Mariana: Berikan Surat Nikah Dari Bapak Theo R. Barahama Puji Tuhan Akhirnya Pertolongan dari TUHAN YESUS KRISTUS melalui Bapak Theo R. Barahama...

Jalan Kelahiran Baru: Champion Gathering Tgl 17 Augutus 2013 di GPDI

Jalan Kelahiran Baru: Champion Gathering Tgl 17 Augutus 2013 di GPDI: HATI BAPA PENELITIAN : Dr. Loren Moshen ( National Institute of Mental Health USA ) menemukan bahwa sebagian besar pelanggaran ...

Jalan Kelahiran Baru: Khotbah Pak Theo Tgl. 25-Aug.-2013

Jalan Kelahiran Baru: Khotbah Pak Theo Tgl. 25-Aug.-2013: BAN BANDAHRA YANG TIDAK JUJUR Lukas 16 :1-14 adalah pasal yang mengajarkan tentang bagaimana kita harus bertindak sebagai bendahara dari...

Jalan Kelahiran Baru: Khotbah Pak Theo Tgl 18 Aug. 2013

Jalan Kelahiran Baru: Khotbah Pak Theo Tgl 18 Aug. 2013: JALAN KELAHIRAN BARU : Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percay...

Penilitian Firman Tuhan : The Future & The Time Of Time

Penilitian Firman Tuhan : The Future & The Time Of Time: If you had a dollar for every wrong prediction about the end of the world and laid them end to end - well, let's just say y...

Sunday, August 18, 2013

Champion Gathering Tgl 17 Augutus 2013 di GPDI

HATI BAPA

PENELITIAN :

Dr. Loren Moshen ( National Institute of Mental Health USA ) menemukan bahwa sebagian besar pelanggaran hukum yang dilakukan remaja dan pemuda sebenarnya bukan karena kemiskinan, tetapi karena ketidakhadiran ayah. Mereka tidak memiliki figur bapa.


Kedua, 60% gadis remaja yang dibesarkan tanpa ayah, cenderung melakukan hubungan seks sebelum menikah.

Ketiga, hampir sebagian besar hidup manusia dipengaruhi oleh orangtuanya. Jika dibesarkan dengan kecaman, anak jadi suka mencela. Jika dibesarkan dalam permusuhan, anak jadi suka bertengkar. Jika orangtua tak pernah mendukung, anak jadi minder dan tak percaya diri. Dan sebagainya.

Jika anak kita bertumbuh menjadi anak yang nakal dan suka memberontak, bahkan melakukan tindakan-tindakan kriminal, yang pertama kali mesti dikoreksi bukanlah mereka, melainkan kita. Terlebih dulu kita perlu menjawab pertanyaan ini, “Apakah kita sudah menjadi figur bapa yang baik bagi mereka?”

SEPERTI APAKAH BAPA ITU ?

Setelah kita diselamatkan, perjalanan iman kita dilanjutkan yaitu harus mengenal Allah Bapa kita.
Seperti apakah Allah Bapa itu?
Jika Dia benar-benar ada, seperti apakah Dia? 



PEWAHYUAN ALLAH SECARA KOMPLIT YAITU ALLAH SEBAGAI BAPA DINYATAKAN OLEH TUHAN YESUS
Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. Yoh.1:18

YESUS MEMBAWA KITA MENGENAL BAPA

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu melihat Dia” (Yoh.14:6-7)

Tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk memperkenalkan Bapa.

Mengapa kita perlu mengenal Bapa?
Sebab, bila kita mengenal Bapa, hidup kita menjadi tenang karena ada jaminan
Percaya dan menerima  Yesus sebagai Tuhan dan  Juruselamat secara pribadi Percaya dan menerima Yesus sebagai pribadi yang menggambarkan Bapa di sorga Mengampuni orang-orang yang telah memberikan gambaran yang salah tentang Bapa  


DUA SISI GAMBARAN BAPA YANG DITUNJUKKAN DALAM DIRI YESUS                      

DIA BENCI DOSA …tapi
DIA MENGASIHI ORANG BERDOSA


BAGAIMANA CARANYA AGAR KITA MEMPEROLEH GAMBARAN TENTANG BAPA DENGAN BENAR?

GAMBARAN UMUM TENTANG  ALLAH DATANG DARI :
AGAMA ATAU SIKAP ORANG-ORANG YANG BERAGAMA
PEWAHYUAN TENTANG ALLAH YANG BELUM KOMPLIT

Sebenarnya bagaimana Bapa di sorga?

Yohanes 14:9 Kata Yesus kepadanya: ” Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami “
MENGAPA FILIPUS TIDAK DAPAT MELIHAT “GAMBAR BAPA” DALAM DIRI TUHAN YESUS? KARENA KONSEP ATAU GAMBARAN UMUM YANG SALAH TENTANG ALLAH

Standar Ideal Bapa
Standar ideal Bapa adalah Yesus. Gambaran Yesus sebagai Allah Bapa ditunjukkan seperti :
 
Penuh kemurahan,  Pengampunan,  Keramahan Kasih sayang.

Dalam Yohanes 14:9 dikatakan “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; ..”

Salah satu contoh tentang bagaimana Yesus menyatakan sifat Bapa kepada kita ada dalam Alkitab, ketika beberapa ibu ingin agar anak-anak mereka diberkati Yesus, murid-murid-Nya berpikir Ia terlalu sibuk untuk itu.

Yesus memarahi murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka,…” Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. (Markus 10:13-16)

PENGHALANG KITA MENGENAL BAPA DI SURGA ???

1.Tidak mudah orang mengakui dan mengenal Bapa sebagai Allah, berbeda dengan Yesus dan Roh Kudus. Yesus dan Roh Kudus adalah nama yang sangat jarang digunakan.

2.Sedangkan Bapa sering digunakan untuk memanggil bapa kita didunia, sehingga apabila gambaran kita mengenai bapa di dunia rusak, maka pandangan kita terhadap Bapa kita di sorga juga akan rusak ( Roma 8 : 15 ). 

3.Kalau kita memiliki gambaran yang buruk atau memiliki trauma dengan bapa kita, maka hal ini harus dipulihkan.

Macam-macam gambaran bapa yang rusak: !!!
-   Bapa yang otoriter, terlalu keras
-   Bapa yang terlalu memanjakan atau gampangan
-   Disiplin yang salah
-   Kurang penghargaan
-   Sulit berkomunikasi
-   Kasih yang bersyarat

Tujuh (7) Gambaran Bapa yang di Rusak :

1. Otoriter
“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” (Efesus 6:4)

      2. Kepercayaan
“Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” 2 Timotius 2:13
Apabila Ia berjanji, Ia pasti akan menepatinya (Bilangan 23:19)

                      3.  Penghargaan / Nilai-nilai
Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai..... Yes.42:4a

       4.  Disiplin dan Kasih
“Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. …” (Hosea 11:4).

Kalau kita hanya menerima kasih, kita akan menjadi anak yang manja. Apabila kita hanya didisiplin tanpa dikasihi, maka kita akan penuh dengan kepahitan. Amsal 3:11-12

                  5. Kehadiran / Pengertian isi hati

“Serahkanlah segala  Kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara  kamu.” (1 Pet 5:7).

Ia juga yang mengerti isi hati kita, bagaimana kita rindu menyenangkan hati Bapa. Seringkali orang tua hanya melihat hasil akhir dan tidak memahami perjuangan anak.

6. Penerimaan

“Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena Engkau dengan sorak-sorai” (Zef 3:17).
Anak yang orang tuanya memiliki kasih bersyarat, maka ia selalu memakai topeng dan berpura-pura baik, karena takut tertolak. (Lukas 15;11-32)

7. Komunikasi

Melalui Yesus komunikasi kita dengan Bapa tidak terhalang oleh  dosa.
Akibat komunikasi kita dengan orang tua kita buruk adalah tidak tahan berdoa, karena kita sulit berkomunikasi dengan orang tua kita dan menganggap Allah tidak punya waktu untuk kita.
Mazmur 145:18

PEMULIHAN GAMBAR BAPA MELALUI PENGAMPUNAN !!!

 1. Menunggu dengan Sabar

Sang ayah amat mengasihi putranya sampai setiap hari ia  mengawasi dan mengamat-amati, kalau-kalau anaknya pulang. Adanya kasih karunia yang membawa pertobatan. Yesaya 30:18; Roma 2:4. Dialah Bapa yang menanti

2.Penerimaan yang Tanpa Syarat

Sang ayah begitu mengasihi anaknya sehingga ketika anaknya pulang ia tidak menghukum anaknya atas tindakan-tindakannya yang salah, tetapi mengampuninya dan merayakan kepulangannya dengan pesta besar.
Allah menantikan kita untuk menanggapi kasihNya  Dan menerima pengampunan-Nya   Ketika kita melakukannya, Ia menyambut kita dengan bebas dan sepenuhnya.
Karakter Bapa kita yang sedang menanti, menurut Alkitab:
 3. Pencipta:
Yang menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya dengan kebebasan untuk memilih apakah mau menanggapi kasih-Nya. Kisah 17:28; Yes. 64:8

4.Pemelihara:
Yang memenuhi kebutuhan kita secara jasmani, emosional, mental dan spiritual.
Matius 7:11

4.Kawan dan penasehat:

Dialah yang rindu mempunyai persahabatan yang akrab dengan kita dan untuk memberikan nasehat-Nya yang bijaksana serta petunjuk-petunjuk-Nya kepada kita.
“Engkaulah kawanku sejak kecil!” (Yeremia 3:4).
“… dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:5).
“Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku.” (Mazmur 73:24)

 5. Korektor:
Dialah yang mengoreksi (menegur) dan mendisiplinkan kita. Ibrani 12:5-6,8,11

6.Penebus:

Dialah yang mengampuni kesalahan anak-anak-Nya dan mendatangkan kebaikan dari kegagalan dan kelemahan mereka; Dialah yang menyelamatkan.
“Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti Bapa sayang kepada anak-anak-Nya, demikian sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” (Mazmur 103:8, 12-13)..
Penghibur:
Dialah yang mengasihi kita dan menghibur kita pada saat susah.
“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami.” (2 Kor. 1:3, 34).

7.Pembela dan pembalas:
Dialah yang melindungi, membela dan membebaskan / melepaskan anak-anak-Nya Mazmur 91:1-3

8.Bapa
Dialah yang ingin membebaskan kita dari segala ilah palsu sehingga Ia dapat menjadi Bapa kita.
”Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan, demikianlah firman Tuhan, yang Maha Kuasa.” (2 Korintus 6:18).

9.Bapa bagi yang tidak berayah:

Dialah yang mempedulikan  anak yatim dan janda.
 “Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah  di kediaman-Nya yang Kudus: Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara.” (Mazmur 68:6-7).

10.Bapa yang mengasihi:

Dialah yang menyatakan  Diri-Nya melalui Yesus  Kristus.
 “Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.” (Yoh. 16:27

(Firman Session pertama di bawah oleh Bapak Tito )


PENGAMPUNAN

Pengampunan adalah bukti kasih terbesar yang Yesus lepaskan kepada manusia ketika Ia tergantung di Kayu salib.

I. Apakah arti mengampuni?

Mengampuni berarti : membersihkan ingatan buruk yang menyakitkan serta menyerahkan hak pembalasan kepada Tuhan  

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Roma  12:19

II. Mengapa kita sulit mengampuni?

1.  Kita tidak mengenal kebenaran tentang kasih Allah
   
 Apakah kasih Allah Itu?

-        Kasih itu bukan perasan tetapi perintah Allah yang ditaruh dalam kehendak kita (yoh 15:12)

       -        Kasih Allah  adalah sebuah keputusan berdasarkan iman, bukan tanggapan atau sikap orang lain terhadap  kita (yoh 13:1)

   -        Kasih memutuskan untuk tidak menyimpan kesalahan orang lain (I Kor 13:5)

2.        Kita lupa bahwa kita juga sudah diampuni
Mat 18: 23-35

III. Apa akibat jika tidak mengampuni ?

          1.  Tidak diampuni oleh Bapa dan diserahkan kepada algojo (mat 18 : 34-35)
        2.  Hubungan dengan Tuhan dan sesama menjadi rusak ( Mat 5 :23-24

 3.  Kepahitan dan kehancuran (ibrani 12:15)

IV. Bagaimana caranya mengampuni ?

1. Memandang kepada Kristus yang tersalib (mengingat anugrah Tuhan bagi kita) (Kolose 3:13)

2. Melalui keputusan berdasarkan iman dan dengan pertolongan Roh Kudus
  
V.            Dua  tanda bahwa kita sudah mengampuni

           1.  Kita  dapat bersyukur ketika mengingat peristiwa kita disakiti 
2.  Tidak ada keinginan untuk membalas  


(Firman Session Kedua dibawah Oleh Bapak Sihar Marbun )

      Kesimpulan dar saya PUJI TUHAN acara champion gathering sangat berkati dan menegur saya dan saya belajar begaimana saya punya hati sebegai seorang ayah dari tiga anak sama seperti hati tuhan dan juruselamat kita yaitu TUHAN YESUS KRISTUS dan mengampuni orang lain saat itu juga dan saya renungkan di hati saya bawah ini :

Pemulihan tidak akan terjadi tanpa pengampunan, dan pengampunan hanya bisa terwujud oleh dorongan kasih sejati dari Tuhan. Sebagai ciptaan  baru, Tuhan telah menganugerahkan kasih sejatiNya kepada setiap kita. Maka tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak dapat mengampuni. Tuhan telah memampukan kita. Relakanlah hati kita untuk dikuasai kasih Tuhan, sehingga pengampunan dan pemulihan bisa terwujud di antara kita.
 (Sanjeev Kumar Sharma) 
19-08-2013